728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 2 August 2016

    Suntik CO2 demi kecantikan, sepadankah dengan risikonya ?



    Merdeka.com - Beberapa tahun belakangan mulai marak tren injeksi CO2 di bawah lapisan kulit. Tujuannya adalah untuk mengatasi stretchmark, kulit kendur, selulit, dan kantung mata. Sejumlah pihak mengklaim perawatan ini manjur. Bahkan tak sedikit yang berani memberikan testimonial positif. Tetapi apakah perawatan Carboxytherapy benar-benar aman?

    Dilansir Oddity Central (9/6), Carboxytherapy dilakukan dengan menyuntikkan karbon dioksida ke bawah jaringan kulit. Prosedur tersebut sebenarnya tidak menyakitkan, hanya menimbulkan sensasi geli seperti kesemutan. Di bawah lapisan kulit, CO2 menyebabkan gangguan kecil dalam sel darah merah.

    Akibatnya pembuluh darah melebar, meningkatkan sirkulasi ke bagian tubuh yang kekurangan oksigen. Kulit pun tampak lebih kenyal dalam waktu singkat. Selain itu CO2 menghancurkan sel-sel lemak, meningkatkan aliran darah, dan pada akhirnya memicu produksi kolagen.

    Prosedur Carboxytherapy Gia Nasim/Instagram

    Sebenarnya Carboxytherapy bukan barang baru di dunia kecantikan. Prosedur ini pertama kali ditemukan di Prancis pada tahun 1930. Carboxytherapy diadopsi oleh klinik kecantikan Amerika Serikat pada tahun 2000an. Sejak itu, popularitasnya telah meningkat secara signifikan. Banyak pasien yang mengaku puas dengan hasil Carboxytherapy. Menurut Dr. Lisa Zdinak, salah satu dokter kecantikan yang memperkenalkan carboxytherapy mengatakan kalau terapi ini cocok bagi mereka yang menginginkan prosedur alami.

    Prosedur Carboxytherapy YouTube

    Walaupun begitu, bukan berarti Carboxytherapy juga tidak mengandung risiko apapun. Prosedur ini masih dianggap kontroversial. FDA (Food and Drugs Administration) belum memberikan persetujuan karena tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mengonfirmasi efek positif Carboxytherapy.

    "Penggunaan Carboxytherapy di sekitar mata sangat berbahaya," kata Dr Robert Weiss dari Baltimore. "Ini berpotensi melepaskan gelembung gas ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan kebutaan." Hal serupa juga dikemukakan oleh Alex Karidis, seorang ahli bedah kosmetik terkemuka. Menurutnya, tanpa pembuktian ilmiah atas efektivitasnya, menjalankan prosedur Carboxytherapy kepada pasien sama saja dengan menjadikan mereka sebagai kelinci percobaan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Suntik CO2 demi kecantikan, sepadankah dengan risikonya ? Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top