728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 2 August 2016

    Luly Syahkisrani: Antara Kontes Modifikasi Pertama dan Melestarikan Budaya Tradisional




    Luly Syahkisrani (foto : eska haris / ototaiment)

    Event Hot Import Nights (HIN) 2016 yang digelar di Yogyakarta pada hari Sabtu-Minggu (23-24/07/16) kemarin memiliki banyak kemeriahan. Selain mobil-mobil yang sexy, tidak sulit juga untuk mencari gadis-gadis yang berpakaian sexy. Mulai dari HIN Girlfriend, hingga para model yang disewa oleh pemilik mobil untuk menemani display mobilnya.

    Tetapi entah kenapa, di event kali ini mata saya rasanya malas melirik deretan gadis-gadis sexy yang cenderung berpakaian seronok, dan terlihat angkuh. Mata ini lebih memilih untuk melihat sesosok gadis muda yang terlihat kalem di deretan display mobil milik komunitas Omletz asal Yogyakarta. Gestur tubuhnya yang telihat sopan dan mimik mukanya yang sama sekali tidak terlihat angkuh menarik saya untuk datang dan memberanikan diri untuk berkenalan.
    Kontes Modifikasi Perdana

    Luly Syahkisrani, begitu nama yang diketik di smartphone saya ketika saya minta kontaknya. Gadis kelahiran Boyolali, 10 Agustus 1995 ini berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Selain kuliah, kegiatan sehari-harinya diisi dengan menjadi model foto untuk berbagai sesi foto.

    Ajang HIN 2016 Jogja menjadi kontes modifikasi pertama yang diikutinya selama bergelut di dunia modelling (foto : dok.pri)

    Menurut pengakuannya, baru kali ini Luly menjadi model pendamping mobil di eventkontes modifikasi. Jarang keluar malam, tidak suka dugem, membuatnya merasa sedikit asing dengan keramaian event dan kehidupan malam yang dekat dengan ‘anak-anak mobil’ ini. Apalagi minum alkohol dan merokok, tentu saja Luly sangat menghindarinya.
    Main Ketoprak

    Ternyata mata saya tidak salah ketika memilih Luly untuk saya tulis profilnya, memang ada hal yang sangat menarik darinya. Selain kuliah dan menjadi model foto, ternyata salah satu kegiatan rutin Luly adalah bermain ketoprak dengan rombongan yang berada dibawah Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Ketoprak menjadi salah satu hobi yang digeluti oleh Luly (foto : dok.pri)

    Sejauh ingatan saya, model foto yang banyak saya kenal tidak ada satupun yang mau berperan untuk melestarikan budaya tradisional lokal. Semuanya hidup dalam budaya modernitas, tanpa peduli dengan budaya asalnya. Sedangkan Luly? Dia seperti hidup dalam dua alam yang berbeda, alam modern dan alam tradisional.Berkat logat yang medok, Luly justru cocok bermain Ketoprak (foto : dok.pri)

    Gadis muda ini tidak malu dengan logat bicaranya yang sangat medok jawa, bahkan dia malah mencari keuntungan dari cara bicaranya yang medok ini. Maka tidak heran, dengan dasar ilmu peran yang dipelajarinya dari teater, ia memilih panggung ketoprak untuk mempertajam bakatnya di dunia seni peran.

    Cowok mana yang nggak jatuh cinta dengan keanggunan seperti ini?! (foto : dok.pri)

    Jika anda semua penasaran dengan akting Luly di panggung ketoprak, pada tanggal 27 Juli 2016 besok Luly akan pentas dengan rombongan ketoprak di gedung Societet Militer, komplek Taman Budaya Yogyakarta bersamaan dengan perhelatan event Pasar Kangen Yogyakarta. Angkat topi untuk Luly, hormat saya atas konsistensi yang telah dilakukannya untuk turut berperan dalam menjaga budaya lokal. (Ototainment)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Luly Syahkisrani: Antara Kontes Modifikasi Pertama dan Melestarikan Budaya Tradisional Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top