728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 20 July 2016

    Skandal korupsi Malaysia makin runyam, FBI siap sita aset 1MDB


    Skandal 1MDB menyeret PM Najib. ©2016 Merdeka.com/mole.ny
    Merdeka.com - Badan Usaha Milik Negara Malaysia, 1MDB, kini diperiksa oleh Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat. Jaksa Agung AS, Loretta Lynch, menyatakan aset 1MDB senilai lebih dari USD1 miliar di Negeri Paman Sam akan disita secepatnya. Sebelumnya 1MDB menyeret Perdana Menteri Najib Razak dalam pusaran dugaan skandal korupsi terbesar sepanjang sejarah Malaysia.
    Channel News Asia melaporkan, Kamis (21/7), Lynch menyatakan pihaknya bersama FBI mulai mengendus dugaan pencucian uang oleh direksi 1MDB di Amerika Serikat sejak 2009 hingga 2015. 1MDB dalam izin usahanya di AS, mengaku akan menanamkan modal di bidang properti, eksplorasi migas, dan reksa dana. Nyatanya, FBI mencatat uang yang mengalir dari Malaysia dipakai mebayar utang judi di kasino, membeli kapal pesiar mewah, membeli jet pribadi, dan banyak lagi transaksi mencurigakan lainnya.
    Untuk penyalahgunaan dana 1MDB, Kejaksaan Agung AS memperkirakan nilainya mencapai USD 3,5 miliar. Lynch belum mengungkap nama-nama direksi yang hendak disasar dalam penyelidikan ini.
    "Pemerintah Amerika Serikat memutuskan terlibat dalam penyelidikan ini, karena konstitusi kami tidak mengizinkan sistem keuangan AS dipakai untuk melakukan korupsi," kata Jaksa Agung Lynch.
    Belum ada indikasi PM Najib termasuk dalam daftar tersangka. Namun data yang muncul sekilas mulai mengarah ke sana. Kejaksaan AS mencatat ada sebagian aset 1MDB dipakai membiayai pembuatan film 'The Wolf of Wall Street' yang dibintangi Leonardo diCaprio. Produser film itu adalah Riza Aziz, anak tiri PM Najib.
    Hanya hitungan jam setelah konferensi pers di AS, kantor perdana menteri Malaysia mengeluarkan pernyataan tertulis. Najib mengklaim penyelidikan hukum terkait 1MDB sudah dilakukan oleh Badan Anti Korupsi Malaysia (MACC), akuntan publik independen, hingga kejaksaan agung malaysia. Hasilnya tidak ditemukan indikasi kejahatan.
    "Bagaimanapun pemerintah Malaysia siap bekerja sama dengan setiap upaya hukum, termasuk dari luar negeri, untuk pemeriksaan di masa mendatang," kata jubir Najib.
    Perusahaan pelat merah ini awalnya dibentuk untuk menjadi sarana pemerintah Malaysia berinvestasi di banyak bidang. Najib, belum menjadi PM, saat itu ditunjuk menjadi Ketua Dewan Penasehat.
    1MDB lantas terlilit utang hingga 42 miliar Ringgit pada 2014. Arus kas yang negatif diduga kuat dipicu oleh kesalahan investasi serta pinjaman fiktif yang diberikan kepada seorang pengusaha hitam di Negeri Jiran.

    (SindoNews)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Skandal korupsi Malaysia makin runyam, FBI siap sita aset 1MDB Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top