728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, 19 June 2016

    Peneliti Indonesia Kembangkan Cangkok Tulang dari Jaringan Sapi


    Basril Abbas Kepala Bank Jaringan Riset BATAN (kiri) dan tim menunjukkan xenograft (Sumber: Istimewa).

    Tahukah Anda, bank jaringan memiliki peranan penting dalam dunia medis? Meski begitu, di Indonesia perkembangan bank jaringan masih belum banyak. Tercatat, Indonesia baru memiliki tiga bank jaringan yakni di Jakarta, Batam, dan Padang.

    Padahal seperti bank darah diperlukan oleh orang yang membutuhkan donor darah, bank jaringan juga dibutuhkan oleh pasien patah tulang.

    Langkanya bank jaringan lebih disebabkan karena tidak adanya orang yang mendonorkan jaringan, layaknya mendonorkan darah. Sebab, donor jaringan umumnya dilakukan jika pendonor telah meninggal dunia.

    Untuk itulah, peneliti Indonesia bernama Basril Abbas yang menjabat sebagai Kepala Bank Jaringan Riset Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) merintis riset bank jaringan dari tulang sapi sejak 1990.

    "Riset ini mulanya dilakukan karena banyak kasus kecelakaan di Indonesia yang menyebabkan kerusakan pada tulang. Umumnya, kecelakaan menyebabkan tulang patah dan sampai sekarang belum ada orang yang mendonorkan tulangnya untuk membantu pasien patah tulang yang sebanyak 24 juta kasus per tahun," kata Basril seperti dikutip Tekno Liputan6.com, Senin (20/6/2016) dari 20 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa yang diterbitkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

    Tak hanya patah tulang, kerusakan gigi yang kasusnya mencapai 70 persen di Indonesia pun membutuhkan jaringan tulang. Menurut Basril, banyak yang harus mencabut giginya dan pemakaian gigi palsu juga tak murah.


    Basril Abbas dalam proses mengembangkan jaringan dari tulang sapi (Sumber: Istimewa).Bahkan, kebutuhan akan jaringan tulang di Indonesia pun diperkuat dengan banyaknya perempuan Indonesia yang mengalami osteoporis (50 persen).

    Lantaran sulitnya mendapat donor tulang manusia, Basril membuat amnion yang membantu pertumbuhan tulang dengan mengembangkan jaringan sel melalui bahan baku tulang sapi.

    "Kebutuhan amnion di rumah sakit sekitar 3.000 lembar, sementara produksi amnion di bank jaringan yang ada di Indonesia hanya 1.000 lembar. Untuk menutupi kekuranganamnion, rumah sakit pun membeli produk luar negeri," kata Basril.


    http://tekno.liputan6.com/read/2535505/peneliti-indonesia-kembangkan-cangkok-tulang-dari-jaringan-sapi
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Peneliti Indonesia Kembangkan Cangkok Tulang dari Jaringan Sapi Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top