728x90 AdSpace

  • Latest News

    Thursday, 2 June 2016

    Kisah Masjid yang Dibangun dari Putih Telur

    Begitu kaki menapak tanah di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, yang terasa adalah udara sejuk alami yang sejuk meski di siang hari. Semilir angin pantai membuat suasana semakin tenteram. Apalagi ketika menatap Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat. Masjid yang dibangun pada tahun 1803 ini menjadilandmark dan simbol Pulau Penyengat. “Masjid ini banyak dikunjungi wisatawan Malaysia dan Singapura,” kataAbdul Jalil, seorang pengurus Masjid Raya Penyengat. Pada hari Jumat, jamaah masjid ini juga berasal dari KotaTanjungpinang.

    Daya tarik masjid ini bukan sekadar warna kuning kehijauan yang membetot mata. “Masjid ini menjadi simbol kebesaran Kerajaan Melayu di masa lalu yang berkuasa hingga Pahang, Johor, dan Singapura,” katanya. Masjid in dibangun oleh Sultan Mahmud tahun 1803 yang direnovasi pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdul Rahman pada tahun 1832. Masjid ini memang menjadi penanda Pulau Penyengat bukan pulau sembarangan. Luas pulau ini tak seberapa, hanya 240 hektar. Lebarnya sekitar satu kilometer dengan panjang dua kilometer. Penghuni pulai ini pun tidaklah banyak, 2.500 jiwa atau 450-an keluarga.



    http://citizen6.liputan6.com/read/2522144/kisah-masjid-yang-dibangun-dari-putih-telur
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kisah Masjid yang Dibangun dari Putih Telur Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top