728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, 22 May 2016

    Winstar Aviation, sekolah pilot di Jakarta tapi kuliahnya di Amerika


    Menjadi pilot, merupakan profesi yang prestise dan elite. Selain memiliki gaji besar, profesi pilot bersifat high profile dan membanggakan. 

    Karena itu, siswa-siswa lulusan sekolah menengah atas yang ingin menjadi pilot terus bertambah di Indonesia setiap tahun. Namun, faktanya jumlah sekolah pilot di Indonesia terbatas sehingga jumlah siswa yang bisa bersekolah setiap tahun juga menjadi terbatas pula. Tidak seperti profesi dokter misalnya. 

    Dari sedikit itu, tak banyak sekolah pilot di Indonesia yang menawarkan kemampuan mencetak calon pilot siap kerja di industri penerbangan. Salah satu sekolah pilot itu adalah Winstar Aviation yang berkantor di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. 

    Captain Erwin Hermawan, Chief Executive Officer (CEO) Winstar Aviation, menjelaskan sekolah pilotnya berbeda dengan sekolah pilot lain di Indonesia. Sebab Winstar dikelola oleh pilot aktif. Captian Erwin sendiri adalah pilot senior di maskapai AirAsia. 

    Menariknya, waktu sekolah Winstar sebagian besar dihabiskan di Fresno City, California, Amerika Serikat, untuk belajar terbang. Dengan masa sekolah satu tahun atau 12 bulan, para siswa akan belajar teori dasar penerbangan selama 2 bulan di Jakarta dan 10 bulan di Amerika, bermitra dengan sekolah penerbangan internasional Mazzel Flying Service. 

    "Tidak ada sekolah pilot di Indonesia yang memiliki model bisnis seperti Winstar, karena dikelola oleh pilot aktif. Kami memonitor seluruh proses belajar siswa sehingga siswa selesai tepat waktu," ujar Captain Erwin kepada merdeka.com, di kantornya baru-baru ini. 

    Soal biaya sekolah, Captain Erwin menjelaskan selama satu tahun pendidikan menjdi pilot di Winstar dikenai biaya US$ 72.000 per tahun. Biaya tersebut sudah mencakup biaya tiket PP pesawat Jakarta-California, pengurusan visa di kedutaan Amerika Serikat, biaya sewa apartemen selama 10 bulan di Amerika, biaya transportasi dari apartemen ke sekolah, biaya fasilitas di Mazzel Flying Service, dan lain-lain. "Hanya biaya makan sehari-hari yang tidak di-cover," kata dia.

    Menurut Captain Erwin, selama 10 bulan di Amerika, siswa Winstar mempelajari Private Pilot Licence selama 80 jam, Instrument Rating 40 jam termasuk 13 jam sesi simulator, Commercial Pilot Licence Single Engine (105 jam), dan Commercial Pilot Licence Multi Engine (18 jam). Jadi total siswa mendapat 243 jam terbang, lebih tinggi dari standar minimum di Amerika Serikat.

    "Setelah mendapat jam terbang 243 jam, siswa akan mendapat seluruh sertifikat termasuk lisensi terbang dari Federal Aviation Administration/FAA dan International Civil Aviation Organization/ICAO, supaya dapat bekerja sebagai pilot di maskapai Indonesia," ujarnya.

    Jadi, lulusan Winstar adalah calon pilot siap pakai di maskapai. 

    Defisit pilot

    Industri penerbangan Indonesia membutuhkan pilot mencapai 900 orang setiap tahun. Tapi, sekolah penerbangan di Indonesia hanya mampu menghasilkan 400-450 pilot per tahun. Jadi ada defisit sekitar 400 pilot per tahun. 

    Karena itu, Captain Erwin Hermawan bersama kawan-kawannya mendirikan sekolah pilot pada 2013 dengan nama Winstar Aviation. Dengan daya tampung sekitar 25 siswa per tahun, Winstar telah mencetak puluhan pilot yang kini bekerja di maskapai seperti Lion Group, Citilink, dan AirAsia. 

    "Kami ingin ikut membantu program pemerintah dengan mencetak tenaga pilot, meski kegiatan belajarnya dilakukan di luar negeri," ujar Captain Erwin, CEO Winstar, di kantornya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, baru-baru ini. 

    Ya, dari masa pendidikan 12 bulan (satu tahun) di Winstar, sebanyak 10 bulan dihabiskan calon pilot untuk belajar terbang di Fresno City, California, Amerika Serikat. Sementara 2 bulan awal, siswa belajar teori dan pengetahuan dasar mengenai pesawat terbang di Jakarta, termasuk sesi simulator selama 10 jam. 

    Di Fresno City, Winstar bermitra dengan sekolah pilot Mazzei Flying Service, yang telah berpengalaman mencetak pilot sejak 1936. Fresno sendiri adalah kota kecil dengan memiliki bandara sendiri, sehingga siswa bisa fokus belajar. 

    Sekolah Mazzei berada di Fresno Yosemite, bandara internasional kategori C, sehingga siswa bisa terbang berdampingan dengan pesawat-pesawat besar dengan traffic normal dan tidak direkayasa. Ini sekaligus untuk melatih kemampuan siswa sebagai calon pilot komersial, katanya. 

    Meski sekolah terbangnya di Amerika Serikat, Winstar selalu memonitor para siswanya setiap hari, end to end, dari Jakarta. Dengan sistem bernama Talon, Captain Erwin dan timnya bisa memonitor perkembangan belajar setiap siswa per hari. Perkembangan belajar setiap siswa ini secara rutin akan dilaporkan kepada orang tua siswa per dua bulan. 

    Jika siswa mengalami kesulitan belajar di Amerika, setiap hari kami adakan video conference untuk membantu menyelesaikannya, karena saya sendiri kan pilot, ujar Captain Erwin. 

    Jadi, lanjut dia, pihaknya tidak lepas tangan selama siswa belajar terbang di Amerika. Pihaknya justru memonitor sejak siswa diterima di Winstar, sekolah ke Amerika, hingga kembali lagi ke Indonesia, setelah menyelesaikan masa pendidikan selama 12 bulan.

    Karena rata-rata berusia 17 tahun dan baru lulus sekolah menengah atas, selama sekolah di Amerika, para siswa harus datang ke sekolah setiap hari, Senin hingga Jumat, mulai jam 8 pagi hingga 5 sore. Namun, sekolah tetap buka pada Sabtu dan Minggu untuk siswa yang belajar terbang. Sebulan, setiap siswa wajib terbang sekitar 20 jam, katanya.

    http://www.merdeka.com/peristiwa/winstar-aviation-sekolah-pilot-di-jakarta-tapi-kuliahnya-di-amerika.html
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Winstar Aviation, sekolah pilot di Jakarta tapi kuliahnya di Amerika Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top