728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 30 May 2016

    Ilmuwan Ingin Tanamkan Rasa Sakit untuk Robot

    Ilustrasi robot dengan kecerdasan buatan yang sedang dikembangkan (Reuters/Jean-Paul
    Jakarta, CNN Indonesia -- Semakin hari robot diciptakan agar menyerupai manusia, dari bentuk hingga kemampuannya yang bahkan melebihi manusia itu sendiri. Baru-baru ini ilmuwan ingin menambah kemampuan robot agar bisa merasakan sakit.

    Robot memiliki peran berguna dalam membantu manusia mengerjakan sesuatu yang sekiranya sulit atau membahayakan, seperti pekerjaan di pabrik hingga di ruang mikrogravitasi untuk menyelesaikan tugas astronaut.

    Sudah banyak sebetulnya robot humanoid yang dikembangkan agar bisa membaca perasaan manusia alias care robot, namun belum ada robot yang bisa merasakan hal-hal tertentu seperti, rasa sakit.

    Tim ilmuwan yang terdiri dari Johannes Kuehn dan Sami Haddaddin dari Leibniz University of Hanover, Jerman berencana mengembangkan sistem saraf robotik agar robot bisa merasakan sakit.

    Mengutip Cnet, hal ini berangkat dari pencegahan kerusakan pada robot yang seringkali terjadi secara tiba-tiba karena robot tidak bisa merasakan sakit.
    "Rasa sakit adalah sistem yang melindungi kita," ucap Kuehn saat memperkenalkan penelitian di ajang IEEE International Conference on Robotics and Automation di Stockholm, Swedia beberapa waktu lalu.

    Ia melanjutkan, "ketika kita menghindari dari sumber rasa sakit, itu membantu kita agar tidak mengalaminya."

    Kuehn dan Haddaddin merancang teknologi pain reflex response untuk sensor jari BioTac yang disematkan ke lengan robotik jingga bernama Kuka berdasarkan tanggapan rasa sakit manusia.

    Dengan kata lain, mereka mengembangkan jaringan saraf buatan yang memungkinkan robot merasakan rasa sakit.

    Mereka juga menunjukan bagaimana lengan robotik Kuka itu mengalami rasa sakit dari berbagai tingkatan, mulai dari ringan ke berat.

    Dari video yang mereka diunggah, diperlihatkan ketika Kuka mengalami sakit ringan (light pain) lengan robotik itu secara bereaksi dan kembali ke posisi semula dengan cepat.

    Kemudian saat diberi rasa sakit sedang (moderate pain) Kuka juga langsung bereaksi dengan cepat namun ia membutuhkan waktu beberapa saat untuk menghilangkan rasa sakitnya agar bisa kembali ke posisi semula.

    Lalu saat rasa sakit tingkat berat (severe pain), ia bereaksi namun sikapnya langsung pasif sehingga manusia butuh membenarkan posisinya seperti sedia kala. Sikap pasif tersebut dianggap sebagai bentuk untuk menimalisir kerusakan.

    Video uji coba pain reflex response pada lengan robotik Kuka bisa disaksikan di bawah ini.



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ilmuwan Ingin Tanamkan Rasa Sakit untuk Robot Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top