728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 25 May 2016

    Cerita terapis plus-plus di Bali diciduk usai cabuli ABG bule

    Ilustrasi Pencabulan. ©2016 Merdeka.com


    Seorang Anak Baru Gede (ABG) asal Australia berinisial RM (12) nyaris menjadi korban pencabulan oleh seorang tenaga terapis cowok di Damen Massage Legian, Kuta Bali. Tak terima dengan perlakuan sang terapis tersebut, korban RM didampingi ibunya segera melaporkan perbuatan tak senonoh itu ke kepolisian di Polsek Kuta, dengan nomor laporan; LP/111/V/Bali Resta Denpasar/Sektor Kuta.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota kepolisian Polsek Kuta menjemput tenaga terapis berinisial Abdulrahman (48) di tempat dia bekerja di Jalan Lebak Bene Legian Kuta, Kabupaten Badung, sore tadi sekitar pukul 18.00 WITA.

    Kronologi peristiwa itu bermula pada siang hari korban datang bersama orang tua berinisial S (32), mencari terapis perempuan untuk menanganinya. Lantaran hanya tersisa tenaga terapis pria, terpaksa diiyakan dengan ruangan yang berbeda.

    Awalnya, korban RM dipijat pada bagian kaki oleh pelaku. Namun selang beberapa menit kemudian, pelaku mulai menggerayangi area vital korban. Bahkan, beberapa kali pelaku memijat pantat ABG tersebut.

    Anehnya korban saat dipeloroti celananya diduga sempat tidak ada reaksi. Dalam keadaan posisi korban tidur tengkurap itu dimanfaatkan oleh pelaku. Setelah menarik celana korban, pelaku berusaha memasukkan alat vitalnya ke anus korban.

    Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara, membenarkan perihal aksi pencabulan yang dilakukan oleh terapis pria tersebut.

    Petugas kepolisian setempat juga dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mencari bukti-bukti. Namun, petugas enggan menjelaskan lebih rinci perihal penangkapan pelaku.

    Dari hasil pemeriksaan polisi, ternyata bukan cuma kali ini saja pelaku melakukan perbuatan cabul. Terungkap sudah ada 15 korban lainnya yang mengalami aksi pencabulan.

    Pengakuan itu terlontar saat pelaku asal Bondowoso, Jawa Timur, ini diperiksa petugas Polsek Kuta. Pelaku terbukti melakukan pencabulan saat sedang melakukan memijat, di Damen Massage, Jalan Lebak Bena, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

    "Pelaku berdalih meminta korban untuk membuka celakanya, dengan alasan takut celananya basah," kata Kapolsek Kuta, Kompol I Wayan Sumara, Selasa (24/5).

    Setelah membuka celana, kata Sumara, tersangka kemudian meminta korban telungkup. Tersangka kemudian melanjutkan teknik pemijatan mulai dari punggung, pinggang, hingga bokong korban.

    "Selanjutnya korban diminta berposisi miring. Saat itu tersangka melihat kemaluan korban dan terangsang hebat. Tersangka kemudian meminta korban untuk kembali telungkup," ujar Sumara.

    Saat itu, lanjut Sumara, korban merasakan ada sesuatu menyentuh bokongnya. Dia kemudian menoleh ke belakang. Alangkah kagetnya bocah itu melihat pelaku sudah dalam kondisi bugil.

    "Dia (korban) langsung berlari mencari ibunya dan menceritakan apa yang telah dialaminya. Di situlah terjadi pencabulan. Bahasa umumnya sodomi. Tapi saat itu posisi kelamin tersangka belum masuk ke dubur korban," papar Sumara.

    Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui dengan jujur tindakan dilakukannya. Yang lebih mencengangkan, pelaku mengaku RM bukan korban pertamanya.

    "Dia mengaku telah melakukan sodomi 15 kali. Lima kali di Jawa, sepuluh kali saat korban bekerja di Spa Rio, di kawasan Batu Bulan, Gianyar," beber Sumara.

    Lebih jauh pelaku mengaku, korban lainnya memang berjumlah 15 orang bukan hanya sesama cowok saja, ada korban perempuan juga. Namun dia beralasan, melakukannya atas dasar suka sama suka.

    "Yang lainnya suka sama suka. Saya dapat duit dari sana (dari korban suka sama suka) Rp 50 ribu. Waktu itu saya melakukan itu atas permintaan pelanggan. Pelanggannya tidak cuma anak-anak, tidak juga laki-laki semua. Ada juga perempuannya," kata pelaku.

    Terkait kejadian ini, Sumara menyatakan sudah menyampaikan ke Konsulat Jenderal Australia.

    "Barang bukti yang kami amankan yakni bantal, celana pelaku, sprei spa. Kami belum lakukan tes kejiwaan pelaku. Ada tiga saksi yang sudah kita periksa. Korban saat ini masih di Bali dan sudah dilakukan visum," tutur Sumara.

    Atas perbuatannya, Pelaku terancam dijerat dengan pasal 292 KUHPidana tentang Perbuatan Cabul, dan pasal 76e junto pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.


    http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-terapis-plus-plus-di-bali-diciduk-usai-cabuli-abg-bule.html
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Cerita terapis plus-plus di Bali diciduk usai cabuli ABG bule Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top