728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 11 May 2016

    Cerita penarik eretan di Kali Bekasi angkat mayat malah dihantui



    perahu eretan. ©2016 merdeka.com/dede rosyadi
    Apapun profesi seseorang memiliki risiko dalam bekerja. Termasuk yang dialami oleh Gunan (42), sang penarik perahu eretan di di Kampung Blendung, Babelan, Bekasi Utara.
    Banyak kisah yang dialami oleh Gunan, selama belasan tahun menggeluti sebagai penarik perahu eretan. Mulai dari tidak dibayar oleh penumpang selama dua tahun, sampai sering menemukan mayat mengambang akibat korban pembunuhan maupun korban tenggelam.
    "Sering nemuin mayat, kondisinya udah bau busuk dan bengkak. Kebanyakan mayat laki-laki yang saya temuin di sini," kata Gunan saat ditemui merdeka.com, di Kampung Blendung, Bekasi Utara, Senin (10/5).
    Lanjut Gunan memaparkan bahwa mayat yang mengambang itu kebanyakan korban pembunuhan. Keluarga korban biasanya jika ada kehilangan anggota keluarganya selama berhari-hari akan meminta untuk ikut mencari melalui perahu eretan.
    "Keluarga korban biasanya suka pesan ke saya, tolong bang kalau nemu mayat mengambang di kali tolong diangkat soalnya anggota keluarga kami sudah beberapa hari hilang," ujar lelaki asli Betawi ini.
    Namun, Gunan tidak mau ceroboh jika ada mayat mengambang di kali tidak langsung diangkat ke darat. Sebab jika tidak hati-hati akan menjadi berurusan dengan penegak hukum.
    "Pernah ada cerita ada warga di sini nolong mayat mengambang di kali, terus dia bawa tuh mayat tanpa identitas, diurus lalu kubur. Tapi selang beberapa hari dia harus berurusan dengan polisi. Ditanya-tanya (interogasi), pokoknya urusannya jadi panjang dah. Awalnya sih dia niat nolong, tapi malah berurusan sama polisi," tutur Bapak dua anak ini.
    Semenjak itu, sambung Gunan, dirinya dan warga sekitar jika menemukan mayat di kali Bekasi dan belum ada permintaan petugas tim SAR atau polisi untuk membantu mengangkat mayat tersebut. Dia lebih baik mengabaikannya.
    "Kalau ada mayat mengambang di kali, dan belum ada laporan warga, saya lebih baik dibiarin (abaikan) saja. Saya takut ketampuan (kesalahan)," tukasnya.
    Gunan mengaku pernah mengangkat mayat seorang mandor yang diduga korban pembunuhan. Kondisi jasadnya sudah membengkak dan bau tidak sedap. Beberapa hari setelah itu dia merasa dibayang-bayangi arwah mandor tersebut dan perahunya menjadi bau mayat selama berhari-hari.
    "Saya punya pengalaman, waktu itu ada mayat mandor mengambang di kali dan saya diminta tim SAR untuk mengangkat mayat itu ke perahu eretan saya. Ternyata bau busuk mayat itu enggak hilang-hilang di perahu saya. Saya jadi enggak nyaman narik perahu eretan," bebernya.
    Namun, Gunan berusaha untuk menghilangkan rasa takut dan bau busuk mayat di perahunya itu. "Jadi saya beli kembang dan minyak duyung buat dilarung ke kali biar arwah itu tenang. Saya bilang, jangan ganggu karena saya nggak ganggu anda," ungkapnya.
    Akibatnya, perahu milik Gunan terpaksa dibuang dan diganti yang baru lantaran bau mayat itu tidak kunjung hilang. "Bau mayat itu enggak ilang selam berhari-hari. Dan kadang kalau malam ada seperti orang minta tolong. Terpaksa saya ganti perahu," ucapnya.
    Dari peristiwa itu, Gunan tidak kapok dan masih tetap menjalankan pekerjaannya sebagai penarik perahu eretan sampai saat ini.

    http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-penarik-eretan-di-kali-bekasi-angkat-mayat-malah-dihantui.html
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Cerita penarik eretan di Kali Bekasi angkat mayat malah dihantui Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top