728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, 18 March 2016

    Penurunan BI Rate Stimulus Perekonomian

    Pemaparan hasil survei Institute for Development of Economics and Finance (Indef), di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2015).

    JAKARTA, KOMPAS.com - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate sebagai hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemarin, Kamis (17/3/2016) diharapkan menjadi stimulus moneter untuk mendongkrak perekonomian kembali.

    "Terlebih lagi ada pesimisme ekonomi 2016 juga mulai dirasakan oleh lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, yang telah memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masing-masing 4,9 persen dan 5,1 persen," kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian kepada Kompas.com, Jumat (18/3/2016).

    Dzulfian lebih lanjut mengatakan, memang sudah saatnya suku bunga acuan BI menjadi lebih rendah.

    Alasan pertama, selisih antara inflasi dan BI rate sudah terlalu lebar. Padahal selama 2015 dan beberapa bulan terakhir, inflasi tergolong rendah.

    Bahkan, sambung dia, pada bulan Februari 2016, Indonesia juga mengalami deflasi, yang berarti tekanan terhadap inflasi tentunya menjadi lebih longgar.

    Alasan kedua, nilai tukar rupiah juga tergolong stabil, malah cenderung menguat belakangan ini. Dia bilang, hal itu menunjukkan bahwa kekhawatiran BI akan capital outflow (modal keluar) berlebihan.

    "Tren negara-negara di dunia, kecuali AS memang sedang memotong suku bunganya. Bahkan banyak negara seperti Jepang, Denmark, Swedia, menerapkan kebijakan suku bunga negatif kurang dari nol persen, dalam rangka memberikan stimulus pada perekonomian mereka yang sedang mandek," lanjut Dzulfian.

    Dzulfian menambahkan, pemotongan suku bunga seperti yang BI lakukan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional yang sedang lesu. Suku bunga yang lebih rendah akan mendorong pengusaha untuk berani ekspansi dan investasi.

    Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan penurunan BI rate seharusnya diikuti dengan penurunan suku bunga bank. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan harus berkoordinasi.

    Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin pada posisi 6,75 persen. Sebelumnya, BI Rate berada pada posisi 7 persen.

    Adapun suku bunga deposit facility berada pada posisi 4,75 persen, dan lending facility sebesar 7,25 persen. Angka-angka baru ini akan berlaku efektif pada hari ini, Jumat (18/3/2016).
    Penulis: Estu Suryowati
    Editor: Aprillia Ika
    http://bisniskeuangan.kompas.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Penurunan BI Rate Stimulus Perekonomian Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top