728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, 18 March 2016

    Orang Terkaya di Hong Kong Peringatkan Bahaya "Brexit"

    Orang terkaya Asia, Li Ka Shing, melirik Eropa

    KOMPAS.com - Masa depan Inggris bersama Uni Eropa akan ditentukan pada Juni mendatang lewat referendum. Orang terkaya Hong Kong yang juga investor terbesar di Inggris, menyerukan kepada para pemilih agar tidak memilih opsi "Brexit" atau keluar dari Uni Eropa.

    Miliuner Hong Kong Li ka-Shing, taipan yang akan membeli O2 dan menciptakan perusahaan operator terbesar di Inggris, mengatakan pada Kamis (waktu setempat) bahwa dia akan "secara pasti" menghitung skalabilitas investasi di Inggris jika Inggris memlih keluar dari Uni Eropa.

    Li mengatakan hal tersebut pada briefing pers tahunan perusahaannya. Dia menambahkan, tidak ingin adanya perpecahan saham terjadi di perusahaannya.

    Orang terkaya di Hong Kong ini bergabung dengan para eksekutif Nissan Motor Co, Ford Motor Co, serta Daimler AG, yang menolak opsi "Brexit" . Menurut mereka, opsi keluar dari Uni Eropa hanya akan membahayakan pound dan euro.

    Sementara perusahaan Li, CK Hutchison Holdings Ltd, menyatakan fluktuasi mata uang tunggal akan menekan penerimaan perusahaan dan bisnis ritelnya.

    Li yang saat ini berusia 87 tahun mengatakan "Brexit" hanya akan jadi penyakit bagi Inggris.

    CK Hutchison saat ini memiliki Three UK, baru saja diperingatkan oleh regulator Eropa akan aksinya menawar perusahaan O2 sebesar 10,25 miliar pound (14,7 miliar dollar AS). Menurut regulator, aksi ini bisa membahayakan konsumen.

    CK Hutchison sendiri bereaksi dengan memberikan janji tidak menaikkan harga layanan selama lima tahun dan menginvestasikan miliaran pound untuk memperkuat jaringan nirkabel jika kesepakatan pembelian O2 berhasil.

    "Brexit adalah kekhawatiran akan risiko untuk investor jangka panjang yang sudah menaruh uang mereka di proyek Eropa seperti CK Hutchison. investasi di Eropa akan lebih membingungkan tahun ini," kata Dickie Wong, Direktur Eksekutif Kingston Securities Ltd.

    Selain itu, bank besar di Amerika Serikat (AS) Goldman Sachs Group Inc merupakan bank yang berharap Inggris tetap masuk ke Uni Eropa.

    Di Inggris, para bos dari dua pertiga perusahaan besar di Inggris menyurati pemerintah agar meninggalkan opsi "Brexit".

    Bahkan HSBC Holdings Plc memperingatkan pemerintah Inggris bahwa mereka akan menarik 1.000 pekerjaan dan memindahkannya ke Paris, Perancis jika Inggris keluar dari Uni Eropa. 
    Penulis: Aprillia Ika
    Editor: Aprillia Ika
    Sumber: Bloomberg
    http://bisniskeuangan.kompas.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Orang Terkaya di Hong Kong Peringatkan Bahaya "Brexit" Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top