728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 7 March 2016

    Negara Terbaik dan Terburuk Untuk Pekerja Wanita

    Ilustrasi

    JAKARTA, KOMPAS.com - The Economist dalam chart hariannya membeberkan indeks glass-ceiling terbaru. Glass ceiling merupakan hambatan yang membatasi kelanjutan karir wanita mencapai posisi dan pendapatan yang lebih baik.

    Indeks glass-ceiling ini juga menandai Hari Wanita Internasional oleh PBB yang jatuh pada 8 Maret 2016.

    Indeks glass-ceiling dari The Economist ingin mengungkapkan tempat-tempat atau negara-negara dimana para wanita mendapatkan kesempatan yang setara dalam pekerjaannya.

    Indeks ini mengkombinasikan data pendidikan yang lebih tinggi, partisipasi dalam organisasi buruh, upah, ongkos perawatan anak, hak kehamilan dan melahirkan, aplikasi sekolah bisnis seta representasi di pekerjaan senior.

    Indeks ini juga memasukkan hak asuh anak (paternity rigts) sebagai bahan pertimbangan tambahan di tahun ini.

    Studi terakhir memperlihatkan, ketika para ayah mengambil cuti kelahiran anaknya, sang ibu cenderung kembali bekerja. Pekerja wanita sangat tinggi dan saat ini gap antara gaji wanita dan laki-laki sudah tidak terlalu curam.

    Yang tidak mengejutkan adalah, negara-negara di wilayah Nordic, seperti Islandia, Norwegia, Swedia dan Finlandia menjadi negara paling top untuk indeks ini. Islandia merupakan negara baru yang masuk di daftar indeks ini.

    Di negara-negara Nordic ini, kehadiran pekerja wanita disamakan dengan pria. Di Finlandia, jumlah pekerja wanita yang melalui pendidikan tinggi sangat banyak. Komparasinya, 49 persen wanita dengan pendidikan strata 3, sementara pria 35 persen.

    Di Norwegia, gap upah berdasarkan gender hanya 6,3 persen, jauh dibawah rata-rata OECD sebesar 15,5 persen.

    Di Islandia, wanita memiliki 44 persen kursi direksi. Di Norwegia dan islandia, keterlibatan wanita dalam politik juga besar, seperti halnya di Swedia yang mencapai 44 persen kursi parlemen dikuasai wanita.

    Di ranking terendah, diduduki oleh negara Asia yakni Jepang serta Korea Selatan, serta Turki di Asia Barat.

    Di negara-negara tersebut, lebih banyak pria yang memiliki titel ketimbang wanita. Sehingga untuk kesempatan kerja lebih banyak dikuasai oleh pria, terutama untuk posisi senior.

    Perbedaan gaji antara pria dan wanita di negara-negara Asia tersebut juga besar. 
    Penulis: Aprillia Ika
    Editor: Aprillia Ika
    Sumber: the economist
    http://bisniskeuangan.kompas.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Negara Terbaik dan Terburuk Untuk Pekerja Wanita Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top