728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 2 March 2016

    Kebijakan Swasembada Dinilai Naikkan Harga Pangan, Ini Respons Kementan

    Foto: Rachman Haryanto

    Jakarta -Kementerian Pertanian (Kementan) masih percaya diri masih mampu mencapai swasembada pangan khususnya beras tanpa memaksakan penurunan volume impor. Pihak Kementan pun yakin dengan produski yang ada saat ini Pemerintah masih bisa melakukan pengendalian harga di masyarakat.

    "Ada komentar miring yang mengatakan bahwa swasembada dapat menaikkan harga komoditas. Itu benar kalau posisinya di dalam negeri tidak ada produksi. Kenyataannya, saat ini di dalam negeri produksi beras sedang banyak. Bahkan di pasar-pasar induk, pasokannya ada yang sampai 2 kali lipat," ujar Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementan, Suwandi kepadadetikFinance, Rabu (2/3/2016).

    Untuk itu, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir bakal terjadi kenaikan harga pangan akibat pembatasan impor yang dilakukan Pemerintah. Kementan juga telah merilis data angka sementara produksi beras pada 2016. 

    Pada tahun ini, Kementan menetapkan sasaran produksi sebesar 76.226.000 ton, naik dari tahun 2015 sebesar 75.361.248 ton. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Hasil Sembiring, mengungkapkan perkiraan produksi tersebut didasarkan pada luas area tanam di tahun ini sebesar 14.314.742 hektar, naik dari tahun lalu 14.115.475 hektar.

    "Kalau produksi naik yah nggak perlu impor. Makin lama akan makin menunjang penurunan harga. Kan stok banyak, akan ngefek kalau produksi terus banyak, makanya produksi kita genjot terus. Kalau itu terealisasi 80% saja, maka produksi lebih dari cukup untuk minimal tahun 2016," jelas Hasil

    Selain itu, dari sisi harga, lanjut Hasil, surplusnya pasokan juga bisa dilihat dari stabilnya harga beras di petani. Ia mencontohkan harga gabah kering panen (GKP), per Februari 2016 di Ngawi harga terendah sebesar Rp 3.300/kg di Kabupaten Ngawi, dan harga tertinggi Rp 6.800 di Kabupaten Agam.

    "Apabila dibandingkan dengan kebutuhan dan produksi padi, maka 2016 mampu berswasembada dan surplus berkelanjutan," tutupnya.
    (dna/hns) 

    http://finance.detik.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kebijakan Swasembada Dinilai Naikkan Harga Pangan, Ini Respons Kementan Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top