728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, 18 March 2016

    JK dapat aduan produksi pengalengan ikan turun produksi

    Wapres Jusuf Kalla di ruang kerjanya. ©2015 merdeka.com/arie basuki

    Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Maluku dan Sulawesi Utara. Kunjungan kerja Wapres tersebut untuk melihat secara langsung kondisi sektor perikanan di Sulawesi.
    JK mengunjungi pabrik pengolahan dan pengalengan ikan milik PT Delta Pasific Indotuna di Bitung, Sulawesi Utara. JK melakukan pengecekan aktivitas pabrik didampingi oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Narmoko Prasmadji, serta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.
    Wakil General Manager PT Delta Pasific Indotuna Cholid Alkatiri menjelaskan bahwa produksi pabrik tengah menurun drastis.
    "Produksi dari kapasitas terpasang hanya 30 persen beroperasi karena pasokan (ikan) berkurang. Dari total (produksi) 100 persen," ujar Cholid, Jumat (18/3).
    Cholid mengatakan, penurunan pasokan ikan terjadi sejak diberlakukannya moratorium kapal eks asing beroperasi di perairan Indonesia. Penyebab lainnya, adanya larangan kegiatan alih muatan (transhipment) di tengah laut, khususnya untuk kapal lokal.
    "Sejak moratorium. Ikan banyak tapi yang nangkep tidak ada, transhipment," kata dia.
    Menurut dia, perusahaan pengolahan ikan yang banyak melakukan ekspor ke Timur Tengah itu saat ini hanya bisa memproduksi 3 ton per hari ikan olahan dari semula bisa mencapai 10 ton per hari.
    Wapres JK pun bertanya mengenai alasan menurunnya produksi. "Masalahnya dimana?" tanya JK.
    "Karena enggak ada stok, Pak. Karena ikan tidak ada yang nangkap. Sehari sekarang hanya 3 ton ikan yang diolah, itu pun malah kadang impor," kata Cholid.
    [sau]
    http://www.merdeka.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: JK dapat aduan produksi pengalengan ikan turun produksi Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top