728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 21 March 2016

    Bea Cukai Amerika Serikat Sita 'Uang Arwah' Rp 61 Miliar

    Bea Cukai AS Sita 'Uang Neraka' Rp 61 Miliar dalam Penerbangan (CBP/News.com.au)

    Liputan6.com, Detroit - Sepasang kekasih yang bepergian dalam sebuah penerbangan ke Amerika Serikat menghadapi masalah serius dengan pihak bea cukai. Gara-garanya, mereka membawa lembaran 'uang' bernilai jutaan dolar.

    Itu bukan duit sungguhan, melainkan 'uang arwah' atau disebut juga uang neraka.

    Uang semacam itu sama sekali tidak bisa dibelanjakan, namun akan digunakan untuk dibakar dalam upacara kematian.

    Pembakaran uang palsu dalam pemakaman sangat lumrah di budaya Asia. Bahkan, beberapa diantaranya dicetak khusus dengan cap perak.

    Namun, bagi bea cukai dan imigrasi AS, duit palsu itu dianggap mirip dengan uang asli dan dicurigai dipergunakan untuk kejahatan.

    'Uang arwah' itu ditemukan setelah pesawat yang membawa pasangan tersebut mendarat di Detroit Metropolitan Airport,  setelah terbang dari Incheon International Aiport, Korea Selatan.

    Agen Bea cukai AS dan Perlindungan Perbatasan atau Custom Border Protection (CBP) menemukan 98 gepok uang palsu, yang masing-masing lembarannya bernilai US$100 dan 32 ikat mata uang Vietnam.

    Seluruh nilai mata uang itu sekitar US$ 4,65 juta atau sekitar Rp 61 miliar!

    Kendati tipe uang itu mudah sekali diidentifikasikan sebagai uang palsu dan legal di berbagai negara Asia Tenggara, namun tidak bagi AS.

    "Barang siapa yang mencoba mengimpor uang palsu apapun tujuannya, akan menanggung akibatnya," kata direktur bandara CBP Devin Chamberlain seperti dilansir dariNews.com.au, Selasa (23/2/2016).

    Pasangan asal Vietnam itu akhirnya dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah tapi 'uang neraka' itu disita oleh pihak keamanan.

    http://news.liputan6.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Bea Cukai Amerika Serikat Sita 'Uang Arwah' Rp 61 Miliar Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top