728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, 26 February 2016

    Uber rugi Rp13,5 trilliun di Cina


    Layanan transportasi berbasis aplikasi Uber merugi sebesar Rp13,5 trilliun dalam setahun di Cina, akibat 'persaingan sengit'.
    Kerugian itu diungkapkan CEO Uber, Travis Kalanick, dalam sebuah acara tertutup di Vancouver, seperti dilaporkan situs berita teknologi Kanada Betakit. Dan Uber Cina sudah memastikan nilai kerugian Rp13,5 trilliun kepada kantor berita Reuters.
    Perusahaan yang berkantor pusat di AS ini diluncurkan di Cina pada 2014 dan bersaing dengan taksi berbasis aplikasi lokal, Didi Kuaidi.
    Uber dapat digunakan dilebih dari 40 kota di Cina, dan tahun lalu mengumumkan akan memperluas jangkauan ke 100 kota di Cina dalam waktu 12 bulan.
    "Kami mendapatkan keuntungan di AS, tetapi kami kehilangan Rp13,5 triliun (US$1 miliar) dalam setahun di Cina," kata Kalanick seperti dikutip Betakit.


    Persaingan harga

    Dia menggambarkan Cina sebagai pasar internasional terbesar bagi perusahaan itu namun pangsa pasar Uber di negara itu sangat kecil jika dibandingkan dengan Didi Kuaidi.
    "Kami memiliki pesaing yang sengit sehingga tidak menguntungkan di setiap kota yang ada mereka dan mereka memberikan harga yang rendah dari pasar," kata dia.
    Sebelumnya, Kalanick mengatakan pasar perusahaannya di Cina meningkat dari 1% pada awal 2015 lalu menjadi 30% sampai 35%.
    Didi Kuaidi -yang didukung oleh perusahaan teknologi raksasa di Cina Tencent dan Alibaba- juga bermitra dengan pesaing Uber AS yaitu Lyft.
    Kalanick mengatakan baru-baru ini dia meningkatkan modal Rp2,7 trilliun untuk membantu perusahaannya bersaing di pasar yang masih longgar.
    Layanan Uber diakui sudah teredia di 380 kota di seluruh dunia.
    http://www.bbc.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Uber rugi Rp13,5 trilliun di Cina Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top