728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, 28 February 2016

    TAX AMNESTY, APA MANFAATNYA? (BAGIAN II)


    Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya kebijakan pengampunan pajak, karena bisa memberikan ruang fiskal yang besar bagi APBN serta berpotensi menambah wajib pajak baru. Bahkan revisi target pajak yang lebih realistis dalam RAPBN-P 2016, masih menunggu hasil pembahasan RUU Pengampunan Pajak selesai, karena akan mencantumkan hasil potensi tambahan penerimaan dari "tax amnesty".

    "Pengajuan APBN-P akan disinkronkan dengan timing UU Pengampunan Pajak. UU ini harus disetujui dulu oleh pemerintah dan DPR. Kami ingin lebih realistis karena berlakunya pengampunan pajak akan mempengaruhi penerimaan," ujar Bambang. Tetapi, bila pengampunan pajak tidak sepenuhnya berhasil mendorong penerimaan dan pendapatan dari sektor migas yang terganggu, pemerintah juga menyiapkan skenario pesimistis dalam revisi anggaran, yaitu melakukan pemotongan belanja.

    "Kami harus membuat penerimaan lebih tepat. Kalau lebih pesimistis dengan tidak ada 'tax amnesty' dan penerimaan migas, pasti ada pemotongan belanja, bisa KL atau daerah yang tentunya bisa menganggu pertumbuhan ekonomi," ujar mantan Plt Kepala BKF ini.

    Selain itu, bila pemerintah batal mendapatkan dana dari Pengampunan Pajak, maka porsi penambahan utang akan makin besar untuk menutup defisit anggaran, apalagi opsi ini memiliki banyak risiko dalam kondisi ekonomi yang sedang mengalami perlemahan.

    Menghadapi persoalan itu, Bambang tetap optimistis pembahasan RUU Pengampunan Pajak bisa selesai tepat waktu dan kebijakan "tax amnesty" dilaksanakan mulai pertengahan 2016, meskipun terdengar rumor bahwa RUU ini akan ditangguhkan oleh DPR RI.

    Untuk Pembangunan Pengamat perpajakan Darussalam mengatakan kebijakan pengampunan pajak bisa menambah modal pemerintah untuk mempercepat program pembangunan serta bermanfaat untuk mengurangi tingkat pengangguran dan angka kemiskinan.

    Darussalam mengatakan pemberlakuan kebijakan ini tidak lepas dari kepatuhan wajib pajak yang masih rendah, padahal dana repatriasi itu bisa menambah penerimaan negara untuk mendorong perekonomian. Ia memperkirakan adanya 63 persen wajib pajak dalam negeri yang belum patuh terhadap kewajiban perpajakan, sehingga kebijakan ini diharapkan bisa melahirkan basis pajak baru dengan tingkat kepatuhan tinggi.

    "Urgensi 'tax amnesty' adalah membangun babak baru sistem perpajakan Indonesia yang tujuannya untuk membangun kepatuhan wajib pajak yang ujung-ujungnya untuk meningkatkan penerimaan pajak," katanya. Untuk itu, apabila diberlakukan, pengamat dari Danny Darussalam Tax Center ini, menambahkan kebijakan ini bisa membiayai pembangunan dan mengentaskan kemiskinan yang menjadi persoalan mendasar dalam sistem ekonomi sejak lama. (Bersambung...


    Penulis/Editor: Ferry Hidayat

    Foto: Sufri Yuliardi
    http://wartaekonomi.co.id/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: TAX AMNESTY, APA MANFAATNYA? (BAGIAN II) Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top