728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, 26 February 2016

    EKONOM: KONTROL HARGA PANGAN DI RI DIKUASAI "INTERMEDIARIES"


    WE Online, Depok - Kontrol terhadap harga bahan pangan di Indonesia hingga saat ini masih dikuasai oleh "intermediaries" atau perantara yang mempunyai modal besar, kata Ekonom Universitas Indonesia Rizal E. Halim "Baru-baru ini perhatian kita tertuju pada komoditas beras yang harganya bisa naik drastis kemudian turun drastis. Ini menjadi bukti bahwa kontrol harga di pasar dikuasai oleh para 'intermediaries' atau perantara yang mempunyai modal besar," katanya di Kampus UI Depok, Jumat (26/2/2016).
    Lebih menarik lagi, katanya, peristiwa itu terjadi di sebagian besar komoditas pangan, seperti daging sapi, ayam, bawang, cabai, dan gula.

    Ia mengemukakan hal yang disebutnya sebagai hebat bahwa fenomena naiknya harga komoditas di tingkat konsumen tersebut terjadi setiap tahun sepanjang dua dekade terakhir.

    "Walupun harga naik tetapi kesejahteraan petani tidak membaik. Yang sejahtera adalah para 'intermediaries' yang notabene para pemilik kapital," katanya.

    Untuk itu ia berharap hal tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah.

    Ia mengemukakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebenarnya bisa melakukan kontrol dengan baik, tetapi hanya pengalaman 10 tahun rasanya sulit untuk mereduksi praktik seperti itu karena konsep dan definisi yang digunakan KPPU sesuai amanat UU persaingan usaha sudah obsolete (usang) dan relatif ambigu.

    "Ini masalah bagi ruang KPPU. Pertama KPPU harus pertegas definisi dan tindakan hukumnya bukan meminta kewenangan menyadap," ujarnya.

    Selain itu, katanya, pada situasi pasar yang "contestable", termasuk komoditas pangan, maka kontrol akan berada pada mekanisme pasar yang dinamis.

    Sementara itu, katanya, realitanya pada sejumlah komoditas pangan, termasuk beras, kontrol harga di tingkat konsumen dikuasai beberapa "intermediaries" dengan melakukan praktik-praktik tidak sehat atau spekulasi.

    Ia juga mengemukakan bahwa sebenarnya pemerintah bisa melakukan intervensi pasar sesuai dengan Perpres 71/2015 apakah dengan operasi pasar atau bahkan menentukan harga eceran tertinggi pada situasi tertentu.

    Selain itu, katanya, insentif ekonomi harus diperluas di sektor hulu pada komoditas pertanian seperti yang telah dilakukan Kementerian Pertanian.

    Kementerian teknis lainnya, katanya, perlu meniru Kementan yang melakukan intervensi maksimal bagi pelaku-pelaku usaha mayoritas.

    "Perbesar insentif ke sektor industri kecil menengah, koperasi dan lain-lainnya," katanya. (ant)
    Penulis/Editor: Sucipto
    Foto: Sufri Yuliardi
    http://wartaekonomi.co.id/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: EKONOM: KONTROL HARGA PANGAN DI RI DIKUASAI "INTERMEDIARIES" Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top