728x90 AdSpace

  • Latest News

    Thursday, 25 February 2016

    Bos GO-JEK buka-bukaan soal awal usahanya di Indonesia

    CEO Go-Jek Nadiem Makarim. ©2015 Merdeka.com

    Merdeka.com - Pendiri GO-JEk, Nadiem Makarim memaparkan kisah awal dirinya membangun bisnis ojek berbasis aplikasi di Indonesia.

    Nadiem menjelaskan, ruwetnya transportasi di Jakarta menjadi cikal bakal idenya mendirikan GO-JEk. Dia menilai, sangat sulit untuk mendapatkan moda transportasi yang relatif nyaman, mudah dan cepat.

    "Awalnya saya melihat masalah transportasi di Jakarta. Sangat padat dan sangat tidak nyaman untuk berlalulintas dengan kendaraan roda empat karena terlalu macet. Ojek adalah salah satu solusi yang kebetulan saat itu sudah menjadi pilihan masyarakat Jakarta," ujar Nadiem dalam Indonesia Summit 2016, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (25/2).

    Meski ojek merupakan salah satu solusi masalah transportasi, namun tarif ojek yang tidak dipatok sering kali menjebak pelanggan. Pengendara ojek kerap mematok harga sangat mahal untuk jasanya, meski hanya mengantar pelanggan jarak dekat. Hal ini bukan isapan jempol belaka, Nadiem sendiri mengaku pernah merasakannya.

    "Saya ditembak tarif mahal padahal jaraknya dekat," tuturnya.

    Nadiem menyadari bahwa tarif mahal yang dipatok pengojek lantaran sepinya pelanggan. Adanya tawaran penumpang dijadikan sebagai kesempatan meraup untung besar.

    Nadiem pun memanfaatkan pengetahuannya di bidang teknologi informasi untuk mencari solusi transportasi di Jakarta.

    Melalui aplikasi internet yang ditanam di telepon pintar, maka masyarakat akan semakin mudah mendapatkan ojek yang sudah terkenal cepat dan efisien menembus kemacetan Jakarta. Aplikasi itu pun diberi nama GO-JEk.

    Melalui aplikasi ini, Nadiem menegaskan bahwa tidak hanya penumpang yang diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan ojek dan tarif yang lebih realistis, pengojek pun diuntungkan dengan kemudahan mereka mendapatkan pelanggan.

    "Mereka enggak perlu tunggu-tunggu lagi. Karena menunggu itu ada cost-nya. Karena nggak perlu menunggu, sekarang mereka bisa memperoleh pendapatan yang lebih layak dan tidak asal tembak tarif lagi," tutur Nadiem.

    Meski sempat mendapatkan pertentangan dari banyak pihak, namun GO-JEK kini semakin marak digunakan masyarakat.

    Tren ke depan, Nadiem melihat, industri pemasaran akan semakin akrab dengan layanan digital.

    "Market place seperti Lazada dan Matahari Mall, itu bisa berkembang dengan layanan digital. Masyarakat bisa lebih mudah belanja. Memang di masa depan, digital ini jadi tumpuan," pungkas dia.

    [idr]
    http://www.merdeka.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Bos GO-JEK buka-bukaan soal awal usahanya di Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forex Mart
    Scroll to Top